Author Archives: ADMIN

  • 0
Setanau

Pulau Tiga Natuna Yang Masih Perawan

Category : WISATA

Pulau Tiga merupakan salah satu wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna yang terdiri dari 10 desa. Pulau ini memiliki banyak sekali potensi yang mampu membuat orang berdecak kagum.
Pulau Tiga terletak disebelah barat Pulau Bunguran, sebagian besar dari wilayah kecamatan ini terpisah dengan Pulau Bunguran besar di mana terdapat ibu kota Kabupaten Natuna. Untuk mencapai ibu kota kecamatan ini perlu menyeberangi laut terlebih dahulu.

Untuk menuju ke ibu kota kecamatan ini, pengunjung dapat menumpang kapal kayu berukuran kecil atau yang biasa dikenal dengan pompong, perjalan laut tidak lama, untuk sampai ke sana memerlukan waktu kurang lebih 15 hingga 30 menit perjalan dan tarif perjalananya pun relatif murah yakni Rp. 10.000

Wilayah kecamatan Pulau Tiga ini kebanyakn terdiri dari Pulau – pulau ada yang berukuran agak besar dan ada pula yang berukuran agak kecil, di antaranya adalah Pulau Sabangmawang, tanjung kumbik dan lain sebagainya.

Pulau Tiga disinyalir mengandung potensi alam yang luar biasa berlimpah mulai dari lautnya yang tersisi dengan selaksa kekayaan alam hingga ke daratannya yang juga terpenuhi dengan berbagai jenis sumber daya alam.

Dari sisi lautnya, Pulau tiga tergolong dengan penghasil ikan terbesar di Natuna, mulai dari hasil ikan tangkapnya hingga ke hasil ikan budidayanya. Dari hasil tangkapan ikan yang berasal dari Pulau ini acapkali dibawa ke laur daerah seperti Karimun, Tanjung Pinang dan lain sebagainya.

Demikian juga dengan ikan dari hasil budidaya, ikan yang biasa dibudidayakan oleh penduduk setempat adalah ikan jenis napoleon atau yang biasa dikenal warga dengan ikan mengkait. Kemudian warga juga membudidayakan ikan krapu yang jenis ikan ini telah terbukti dapat mendongkrak potensi ekonomi yang cukup besar bagi warga setempat.

Kedua jenis ikan hasil budidaya ini biasanya dijual ke luar negeri seperti hongkong dan cina, dan pembayaran ikan ini pun juga menggunakan dolar Hongkong.

Masih dari sisi laut, Pulau Tiga juga dikenal dengan sumber daya bawah lautnya berupa karang yang indah dan air laut yang masih sangat jernih, sehingga untuk wisata bawah laut masih sangat pantas di wilayah tersebut.

Dan selain potensi di atas, pulaut tiga juga memiliki potensi alam yang tergolong abadai yakni berupa letak geografisnya yang senantiasa dilintasi oleh para pelaut, baik lokal, nasional mau pun internasional.

Karenanya, tak heran jika dengan potensi yang ada di Kecamatan ini maka ia ditetapkan dan akan dicetak menjadi gerbang utama bagi Kabupaten Natuna dari sisi lautnya. Hal ini bahkan sudah dituangkan dalam berbgai rencana oleh pemerintah Kabupaten Natuna, Propinsi Kepri dan Pemerintah Nasional.

Selain petensi di atas, masih banyak lagi potensi-potensi yang tersimpan di laut Pulau Tiga, di antaranya adalah berbagai titik pantai yang tak kalan indahnya dari pantai-pantai lain yang ada di Kabupaten Natuna.

Kemudian dari sisi darat, Pulau Tiga yang memiliki sisi darat yang nota bene bebukitan dan berupa pulau-pulau yang tidak berukuran besar maka tidak banyak potensi alam darat yang dapat dihasilkannya.

Namun meski begitu, ada beberapa potensi darat yang tidak kalah juga peranannya dalam mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Cengkeh dan karet merupakan komoditi utama bagi masyarakat yang dapat menghasilkan uang, cengkeh yang berasal dari pulau tiga ini juga berpotensi ekspor, demikian juga dengan karet dan kelapanya, rata-rata hasil kebun mereka dijual ke luar daerah oleh warganya.

Selain itu, ada juga berbagai jenis wisata yang dapat memikar wisatawan menuju kecamtan yang terdiri dari gugusan pulau itu, di antaranya adalah wisata religi berupa makam-makam tua, wisata pantai dan wisata kerajinan warag setempat.

Di Pulau Tiga berbagai jenis kerajinan bisa didapatakan, dominasi kerajianan warga adalah berupa aksesoris yang mereka buat dari tempurung kelapa, yang mana tempurung kelapa ini dapat disulap oleh mereka menjadi berbagai jenis anyaman seprti tas, asbak dan aksesoris lainya.

Bahkan keeajinan tangan warga Pulau Tiga ini dinilai memiliki keunikan tersendiri baik dari segi bahan dasar hingga kepada bentuknya, sehingga Pemerintah Kabupaten Natuna terdorong untuk mempromosikannya melalui pameran nasional di Tanjungpinang pada 2013 yang lalu.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM) Kecamatan ini juga tidak kalah tingginya dari kecamtan-kecamatan lain di Kabupaten Natuna apalagi dengan didorong oleh dukungan yang datang dari Pemerintah Kabupaten Natuna.

Hanya saja, sejumlah pihak juga mensinyalir bahwa segala kekayaan yang terdapat di Pulau Tiga itu masih dapat belum dieksploitasi dengan makasimal baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah.

Karenanya tak heran jika ada sejumlah pihak mengagumi dan sekaligus menyayangkan klekayaan yang belum terjamah itu, sebab belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran.

Bahkan, Bupati Rembang, Muhammad Salim dalam kunjungannya ke Natuna beberapa waktu lalu sempat mengemukakan kekagumannya terhadap potensi yang ada di Pulau tersebut, “kalau menurut saya, Pulau Tiga itu ibarat gadis perawan yang belum dilamar oleh peria manapun,” katanya sembari memberikan berbagai jenis usulan untuk mengeksploitasi pulau nan kaya itu kepada Pemerintah Kabupaten Natuna.

Meski pelan tapi pasti, ternyata pemerintah telah menaruh berbagai macam perhatian untuk memanfaatkann segala jenis potensi yang ke kecamatan tersebut.

Di Pulau Tiga, Perintah Kabupaten Natuna melalu Perusda telah memulia pembangunan pelabuhan perikanan terpadau meski bersekala sederhana, pengerjaan dan pengelolaan pelabuhan ini dipercayakan kepada Perusahaan Daerah (Perusda). Dan kini sudah dimulai di desa Sabang Mawang.

Pelabuhan ini diadakan untuk mempermudah bagi para nelayan Natuna mendapatkan keperluan nelayan mereka, seperti tempat sandar yang representatif, mendaptkan akses es dan lain sebagainya. Serrta sekaligus mempermudah bagi para nelayan untuk menjual hasil laut mereka, baik berupa ikan hasil tangkap maupun budidaya.

Pembangunan pelabuhan ini sudah dimulai sejak 2013 lalu dan kini sudah dimulai meski dalam kapasitas yang masih belum maksimal.

Selain itu, pemerintah juga telah membuat rencana untuk membuat pelabuhan besar dan berskala nasaional di wilayah Pulau Tiga. Untuk pembangunan ini pemerintah Kabupaten Natuna, Propinsi dan Pemerintah Pusat telat bersepakat untuk membangunya di wilayah Slat Lampa, Pulau Tiga.

Pelabuhan ini bahkan sudah direncanakan akan bernama Pelabuhan Perikanan terpadu, yang nantnya akan dilengkapai dengan berbagai sarana dan prasarana bakhan hingga chek point sehingga kekuar dan masuknya kapal dapat terdata.

Pelabuhan ini dibanguna dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan keperluan nelayannya, penjualan hasil nelayannya, dan sekaligus sebagai gerbang utama Natuna dari sisi lat.

Sebab pelabuhan ini akan dibangun dengan kapasitas yang sangat refresentatif untuk kapal dengan berbagai jenis ukuran, baik kapal loka mau pun kapal yang berskala internsional.

Dan dengan pelabuhan ini juga, pemerintah dapat mendata kapal-kapal nelayan yang masuk ke perairan Natuna sebab denganya juga kapal-kapal asing otomatis dengan sendirinya akan bersandar disana.

Pelabuhan ini rencana akan dibanguan oleh tiga pemerintah mulau dari Pemkab, Pemprop dan pemerintah pusat di atas lahan seluar 5 hektare.

Palan tapi pasti, proses pembangunan pelabuhan berskala internasional itu terus berjalan meski terkendala berbagai hal. Saat ini, pembangunan pelabuhan ini masih terkendala dengan pembebasan lahan yang disinyalir sebagian dari lahan seluas 5 hektare itu masih masuk ke dalam wilayh hutan lindung.

Pemerintah Kabupaten Natuna telah membebaskan lahan untuk pelabuhan itu seluas 2.5 hektare dan sisanya belum bisa di bebaskan karena masih berbenturan dengan kawasan hutan lindung.

“kita sudah bebaskan 2,5 hektare, dan sebagiannya belum, sebab masih ada sangkutannya dengan kawasan hutan lindung, jadi kami sampai saat ini kami masih berupaya keras untuk membebaskan lahan ini sepenuhnya,” kata Bupati Natuna Ilyas Sabli beberapa waktu lalu.

Pelabuhan ini sangat diharpakan dan dinanti oleh Pemerintah Kabupaten Natuna dan tetrutama sekali masyarakatnya, sebab dengan adanya pelabuhan itu akan banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mendongkrak prekonomian melalui eksploitasi sumber daya alam yang masih perawan itu.