Author Archives: ADMIN

Camat Pulau Tiga, Sambut Baik Kunjungan Wakil Bupati

Category : BERITA

(Pulau Tiga) – Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti melakukan kunjungan kerja kewilayah Kecamatan Pulau Tiga, bersama sejumlah OPD, Jumat 8 Maret 2019.

Kunjungan Wakil Bupati Natuna beserta rombongan disambut baik Camat Pulau Tiga, Abdul Karim. Kala itu, Abdul Karim mendampingi wakil bupati melihat lokasi pembangunan puskesmas, di susul meninjau pelabuhan perintis Kecamatan Pulau Tiga.

Dalam agenda kunjungan kerja ini, Wakil Bupati Natuna juga meninjau lokasi Astaka di Nyit – nyit, untuk persiapan pelaksanaan MTQ tahun 2020 mendatang.

Setelah usai meninjau berbagai lokasi, rombongan wakil bupati beristirahat di Kantor Camat Pulau Tiga. Sekitar pukul 10:46 Wib, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Sabang Mawang, meninjau pembangunan embung, yang baru selesai.

Camat Pulau Tiga, Abdul Karim, saat di konfirmasi via pesan WhatsApp, mengucapkan trimaksih atas kunjungan Wakil Bupati Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti. “Semoga dengan kehadiran wakil bupati, pembangunan di Kecamatan Pulau Tiga, semakin meningkat,” katanya.


Sosialisasi Pemilu Partisipatif, Di Pulau Tiga

Category : BERITA

Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Pulau Tiga, melakukan kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, Kamis 28 Februari 2019.

Hadir pada Kegiatan tersebut Camat Pulau Tiga, yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Pulau Tiga, Muhamad Zauwali, Kapol Sub Sektor Pulau Tiga. Polsek Bunguran Barat, Muhammad Dun. Babinsa Kecamatan Pulau Tiga, Kopda Dhanu Irianto, serta peserta dari pemilih pemula perwakilan perempuan, tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir juga narasumber dari Komisioner Bawaslu

kabupaten Natuna, Ayanef.

Dalam sambutannya, Ketua Panwaslucam Kecamatan Pulau Tiga, Wan Burhanudin, mengajak semua masyarakat ikut berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan pemilu, 17 April 2019 agar berjalan lancar dan aman. “Mari kita jaga pelaksanaan pemilu tahun 2019,” katanya.


Camat Pulau Tiga, Sambut Baik Program BSPS

Category : BERITA

Camat Pulau Tiga, Abdul Karim, menyambut baik kegiatan sosialisasi program BSPS (Bantuan Stimulan Pemukiman Swadaya) Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Natuna, yang telah di selenggarakan, Kamis 21 Februari 2019 lalu, di Ruang Rapat Kantor Camat Pulau Tiga

Dalam kesempatan tersebut, hadir Kades se-Kec.Pulau Tiga, Ketua BPD se -Kec.Pulau Tiga, Babinsa Kec.Pulau Tiga, Kapolsubsektor Kec.Pulau Tiga. Yohanis, Anggota DPRD Natuna. Idris, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan. Riduan, Kepala Seksi Bina Administrasi DPMD. Dan Heri Kuswandi, Kepala Seksi Perumahan Rakyat  Kawasan Pemukiman dan Pertanahan.

Dalam pidatonya, Camat Pulau Tiga, mengaku, dengan adanya program BSPS,  tentu akan sangat membantu masyarakat, namun, ia berharap, agar pihak terkait dapat meningkatkan verifikasi si penerima sehingga tepat sasaran.

Kecamatan Pulau Tiga menerima 158 unit pembangunan rumah,  yang bersumber dari dana dana alokasi khusus (DAK) di tahun 2019, dengan rincian,  pembangunan baru rumah swadaya 54 unit. Peningkatan kualitas rumah swadaya 104 unit,  yang tersebar di Desa Sabang Mawang pembangunan baru 10 unit,  serta peningkatan kualitas rumah 15 unit.  Kemudian di Desa Sededap, pembangunan baru 10 unit dan peningkatan kualitas rumah 25 unit. Di Desa Tg.Batang, pembangunan baru 8 unit, dan peningkatan kualitas rumah 20 unit.

Di Desa Serantas, pembangunan baru 8 unit, peningkatan kualitas rumah 21 unit. Di Desa  Sabang Mawang Barat, pembangunan baru 7 unit, dan peningkatan kualitas rumah 14 unit. Terakhir di Desa Teluk Labuh,  pembangunan baru 11 unit,  dan peningkatan kualitas rumah 9 unit.

Dalam sosialisasi itu juga,  di sepakati bahwa penggunaan material akan di sesuaikan dengan kondisi sipenerima bantuan.  Sedangkan, untuk kriteria sipenerima bantuan,  akan tetap mengacu pada juknis yang sudah di buat.


Pulau Tiga Natuna Yang Masih Perawan

Category : WISATA

Pulau Tiga merupakan salah satu wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna yang terdiri dari 10 desa. Pulau ini memiliki banyak sekali potensi yang mampu membuat orang berdecak kagum.
Pulau Tiga terletak disebelah barat Pulau Bunguran, sebagian besar dari wilayah kecamatan ini terpisah dengan Pulau Bunguran besar di mana terdapat ibu kota Kabupaten Natuna. Untuk mencapai ibu kota kecamatan ini perlu menyeberangi laut terlebih dahulu.

Untuk menuju ke ibu kota kecamatan ini, pengunjung dapat menumpang kapal kayu berukuran kecil atau yang biasa dikenal dengan pompong, perjalan laut tidak lama, untuk sampai ke sana memerlukan waktu kurang lebih 15 hingga 30 menit perjalan dan tarif perjalananya pun relatif murah yakni Rp. 10.000

Wilayah kecamatan Pulau Tiga ini kebanyakn terdiri dari Pulau – pulau ada yang berukuran agak besar dan ada pula yang berukuran agak kecil, di antaranya adalah Pulau Sabangmawang, tanjung kumbik dan lain sebagainya.

Pulau Tiga disinyalir mengandung potensi alam yang luar biasa berlimpah mulai dari lautnya yang tersisi dengan selaksa kekayaan alam hingga ke daratannya yang juga terpenuhi dengan berbagai jenis sumber daya alam.

Dari sisi lautnya, Pulau tiga tergolong dengan penghasil ikan terbesar di Natuna, mulai dari hasil ikan tangkapnya hingga ke hasil ikan budidayanya. Dari hasil tangkapan ikan yang berasal dari Pulau ini acapkali dibawa ke laur daerah seperti Karimun, Tanjung Pinang dan lain sebagainya.

Demikian juga dengan ikan dari hasil budidaya, ikan yang biasa dibudidayakan oleh penduduk setempat adalah ikan jenis napoleon atau yang biasa dikenal warga dengan ikan mengkait. Kemudian warga juga membudidayakan ikan krapu yang jenis ikan ini telah terbukti dapat mendongkrak potensi ekonomi yang cukup besar bagi warga setempat.

Kedua jenis ikan hasil budidaya ini biasanya dijual ke luar negeri seperti hongkong dan cina, dan pembayaran ikan ini pun juga menggunakan dolar Hongkong.

Masih dari sisi laut, Pulau Tiga juga dikenal dengan sumber daya bawah lautnya berupa karang yang indah dan air laut yang masih sangat jernih, sehingga untuk wisata bawah laut masih sangat pantas di wilayah tersebut.

Dan selain potensi di atas, pulaut tiga juga memiliki potensi alam yang tergolong abadai yakni berupa letak geografisnya yang senantiasa dilintasi oleh para pelaut, baik lokal, nasional mau pun internasional.

Karenanya, tak heran jika dengan potensi yang ada di Kecamatan ini maka ia ditetapkan dan akan dicetak menjadi gerbang utama bagi Kabupaten Natuna dari sisi lautnya. Hal ini bahkan sudah dituangkan dalam berbgai rencana oleh pemerintah Kabupaten Natuna, Propinsi Kepri dan Pemerintah Nasional.

Selain petensi di atas, masih banyak lagi potensi-potensi yang tersimpan di laut Pulau Tiga, di antaranya adalah berbagai titik pantai yang tak kalan indahnya dari pantai-pantai lain yang ada di Kabupaten Natuna.

Kemudian dari sisi darat, Pulau Tiga yang memiliki sisi darat yang nota bene bebukitan dan berupa pulau-pulau yang tidak berukuran besar maka tidak banyak potensi alam darat yang dapat dihasilkannya.

Namun meski begitu, ada beberapa potensi darat yang tidak kalah juga peranannya dalam mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Cengkeh dan karet merupakan komoditi utama bagi masyarakat yang dapat menghasilkan uang, cengkeh yang berasal dari pulau tiga ini juga berpotensi ekspor, demikian juga dengan karet dan kelapanya, rata-rata hasil kebun mereka dijual ke luar daerah oleh warganya.

Selain itu, ada juga berbagai jenis wisata yang dapat memikar wisatawan menuju kecamtan yang terdiri dari gugusan pulau itu, di antaranya adalah wisata religi berupa makam-makam tua, wisata pantai dan wisata kerajinan warag setempat.

Di Pulau Tiga berbagai jenis kerajinan bisa didapatakan, dominasi kerajianan warga adalah berupa aksesoris yang mereka buat dari tempurung kelapa, yang mana tempurung kelapa ini dapat disulap oleh mereka menjadi berbagai jenis anyaman seprti tas, asbak dan aksesoris lainya.

Bahkan keeajinan tangan warga Pulau Tiga ini dinilai memiliki keunikan tersendiri baik dari segi bahan dasar hingga kepada bentuknya, sehingga Pemerintah Kabupaten Natuna terdorong untuk mempromosikannya melalui pameran nasional di Tanjungpinang pada 2013 yang lalu.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM) Kecamatan ini juga tidak kalah tingginya dari kecamtan-kecamatan lain di Kabupaten Natuna apalagi dengan didorong oleh dukungan yang datang dari Pemerintah Kabupaten Natuna.

Hanya saja, sejumlah pihak juga mensinyalir bahwa segala kekayaan yang terdapat di Pulau Tiga itu masih dapat belum dieksploitasi dengan makasimal baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah.

Karenanya tak heran jika ada sejumlah pihak mengagumi dan sekaligus menyayangkan klekayaan yang belum terjamah itu, sebab belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran.

Bahkan, Bupati Rembang, Muhammad Salim dalam kunjungannya ke Natuna beberapa waktu lalu sempat mengemukakan kekagumannya terhadap potensi yang ada di Pulau tersebut, “kalau menurut saya, Pulau Tiga itu ibarat gadis perawan yang belum dilamar oleh peria manapun,” katanya sembari memberikan berbagai jenis usulan untuk mengeksploitasi pulau nan kaya itu kepada Pemerintah Kabupaten Natuna.

Meski pelan tapi pasti, ternyata pemerintah telah menaruh berbagai macam perhatian untuk memanfaatkann segala jenis potensi yang ke kecamatan tersebut.

Di Pulau Tiga, Perintah Kabupaten Natuna melalu Perusda telah memulia pembangunan pelabuhan perikanan terpadau meski bersekala sederhana, pengerjaan dan pengelolaan pelabuhan ini dipercayakan kepada Perusahaan Daerah (Perusda). Dan kini sudah dimulai di desa Sabang Mawang.

Pelabuhan ini diadakan untuk mempermudah bagi para nelayan Natuna mendapatkan keperluan nelayan mereka, seperti tempat sandar yang representatif, mendaptkan akses es dan lain sebagainya. Serrta sekaligus mempermudah bagi para nelayan untuk menjual hasil laut mereka, baik berupa ikan hasil tangkap maupun budidaya.

Pembangunan pelabuhan ini sudah dimulai sejak 2013 lalu dan kini sudah dimulai meski dalam kapasitas yang masih belum maksimal.

Selain itu, pemerintah juga telah membuat rencana untuk membuat pelabuhan besar dan berskala nasaional di wilayah Pulau Tiga. Untuk pembangunan ini pemerintah Kabupaten Natuna, Propinsi dan Pemerintah Pusat telat bersepakat untuk membangunya di wilayah Slat Lampa, Pulau Tiga.

Pelabuhan ini bahkan sudah direncanakan akan bernama Pelabuhan Perikanan terpadu, yang nantnya akan dilengkapai dengan berbagai sarana dan prasarana bakhan hingga chek point sehingga kekuar dan masuknya kapal dapat terdata.

Pelabuhan ini dibanguna dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan keperluan nelayannya, penjualan hasil nelayannya, dan sekaligus sebagai gerbang utama Natuna dari sisi lat.

Sebab pelabuhan ini akan dibangun dengan kapasitas yang sangat refresentatif untuk kapal dengan berbagai jenis ukuran, baik kapal loka mau pun kapal yang berskala internsional.

Dan dengan pelabuhan ini juga, pemerintah dapat mendata kapal-kapal nelayan yang masuk ke perairan Natuna sebab denganya juga kapal-kapal asing otomatis dengan sendirinya akan bersandar disana.

Pelabuhan ini rencana akan dibanguan oleh tiga pemerintah mulau dari Pemkab, Pemprop dan pemerintah pusat di atas lahan seluar 5 hektare.

Palan tapi pasti, proses pembangunan pelabuhan berskala internasional itu terus berjalan meski terkendala berbagai hal. Saat ini, pembangunan pelabuhan ini masih terkendala dengan pembebasan lahan yang disinyalir sebagian dari lahan seluas 5 hektare itu masih masuk ke dalam wilayh hutan lindung.

Pemerintah Kabupaten Natuna telah membebaskan lahan untuk pelabuhan itu seluas 2.5 hektare dan sisanya belum bisa di bebaskan karena masih berbenturan dengan kawasan hutan lindung.

“kita sudah bebaskan 2,5 hektare, dan sebagiannya belum, sebab masih ada sangkutannya dengan kawasan hutan lindung, jadi kami sampai saat ini kami masih berupaya keras untuk membebaskan lahan ini sepenuhnya,” kata Bupati Natuna Ilyas Sabli beberapa waktu lalu.

Pelabuhan ini sangat diharpakan dan dinanti oleh Pemerintah Kabupaten Natuna dan tetrutama sekali masyarakatnya, sebab dengan adanya pelabuhan itu akan banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mendongkrak prekonomian melalui eksploitasi sumber daya alam yang masih perawan itu.